Pengertian Tekanan Atmosfer
Tekanan di atmosfer merupakan faktor penting dalam menentukan cuaca akan menjadi seperti apa. Jika tekanan udara tinggi di suatu daerah, ini akan menyebabkan udara untuk pindah ke daerah yang memiliki tekanan rendah. Semakin besar perbedaan tekanan antara dua daerah, semakin kuat angin akan berkembang. Dalam kondisi tertentu, angin dapat menghasilkan tornado (kolom berputar dari udara keras Badai Petir yang menjangkau sampai ke tanah).
Definisi Tekanan atmosfer
Tekanan atmosfer adalah tekanan yang diberikan oleh partikel-partikel gas di atmosfer bumi karena partikel-partikel tersebut bertabrakan dengan benda-benda.
Sebuah barometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan atmosfer. Sebuah barometer raksa tradisional terdiri dari sebuah tabung yang hampa udara direndam dalam wadah berisi raksa.
Molekul udara menekan pada permukaan air raksa. Karena dalam tabung adalah vakum, raksa akan naik di dalam tabung. Ketinggian yang raksa capai tergantung pada tekanan udara luar.
(A) Sebuah barometer untuk mengukur tekanan atmosfer yang ditunjukkan oleh ketinggian kolom air raksa. (B) Sebuah barometer aneroid yang modern digunakan oleh ahli meteorologi untuk membantu mereka memprediksi cuaca yang akan datang.
Tekanan atmosfer dan Ketinggian
Pada permukaan laut, kolom air raksa akan naik setinggi 760 mm. Tekanan atmosfer ini dilaporkan sebagai 760 mmHg (milimeter air raksa). Pada ketinggian yang lebih tinggi, tekanan atmosfer menurun sehingga kolom merkuri tidak akan naik setinggi 760 mm. Pada puncak gunung Everest (ketinggian 8848 m), tekanan udara 253 mmHg.